RSS

Manajemen Guru dan Karyawan

08 Jan

Proses manajemen guru dan karyawan terdiri dari 8 tahap :

  1. Perencanaan
  2. Penarikan
  3. Seleksi
  4. Promosi dan Demosi
  5. Penilaian dan Evaluasi prestasi
  6. Kesejahteraan
  7. Pelatihan dan Pengembangan
  8. Pemberhentian atau Pensiun

1.      PERENCANAAN

Perencanaa guru perlu dilakukan setelah lembaga pendidikan merumuskan visi, misi, dan kurikulum pendidikan.

Hal ini untuk menjamin bahwa kurikulum yg telah disusun dilaksanakan oleh orang yg tepat dlm rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan untuk mewujudkan visi dan misi yg telah dirumuskan.

Sebagai tenaga profesional guru dituntut mempunyai kemampuan tertentu (10 kemampuan dasar)

  1. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya.
  2. Pengelolaan program belajar mengajar.
  3. Pengelolaan kelas.
  4. Penggunaan media dan sumber pembelajaran.
  5. Penguasaan landasan-landasan kependidikan.
  6. Pengelolaan interaksi belajar mengajar.
  7. Penilaian prestasi siswa.
  8. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan.
  9. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah.
  10. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan.

Dari tuntutan kemampuan tersebut rekruitmen guru harus mempunyai latar belakang pendidikan atau keguruan, krn guru tdk sekedar mengajar, tp jg sbg pendidik dan pembimbing siswa dan jg sbg pengembang kurikulum.

2.      PENARIKAN / REKRUITMEN

Rekruitmen calon guru harus didasarkan atas hasil seleksi yang mengutamakan mutu calon yang dibuktikan oleh skor tes seleksi dg menggunakan perangkat instrumen yang standar dan teruji serta indeks prestasinya di LPTK.Sebagian besar guru di Indonesia adalah pegawai negri sipil (PNS). Pegawai negri adalah setiap warga negara RI yg telah memenuhi syarat yg ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (ps.1 UU No.43 Th.1999).

Pegawai negeri terdiri dari : PNS,  anggota TNI, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.PNS terdiri dari : PNS pusat (gaji dibebankan pd APBN) dan PNS daerah (gaji dibebankan APBD).

Seorang diangkat sebagai guru dg status PNS apabila ada formasi yg ditetapkan setiap tahun anggaran dan memenuhi syarat-syarat yg ditentukan dan melalui prosedur yg telah ditetapkan pemerintah.

Penarikan guru saat ini ditangani oleh pemerintah DATI II. Seorang yg berlatar belakang S1 akan diangkat sbg PNS golongan IIIA, berlatar belakang D1 diangkat dg golongan IIA,  DII diangkat dg golongan IIB, DIII diangkat dg golongan IIC.

Guru sbg tenaga profesional atau fungsional setelah pengangkatan pertama yg lebih menentukan adalah jabatan fungsionalnya, artinya golongan dan pangkat itu akan mengikuti jabatan yang disandangnya. Jabatan guru ini diatur dalam SK Menpan No.26 Tahun 1989.

3.      SELEKSI DAN PENEMPATAN

            Seleksi hanya diperuntukkan bagi pelamar yg memenuhi syarat yg telah ditentukan dg materi yaitu test kompetensi dan psikotes.

Setelah selesai calon guru dan karyawan akan ditempatkan sesuai formasi yg ada dan latar belakang pendidikan yg dimiliki.

Untuk mendapatkan guru yg berkualitas seleksi seharusnya tdk saja berdasarkan nilai saat test baik kompetensi maupun psikotes, tp perlu dilihat indeks prestasi selama menempuhpendidikan pra jabatan, kegiatan organisasi, serta kecakapan dan kemampuan dibidangnya.

4.      PROMOSI DAN DEMOSI

            Sbg penghargaan thd prestasi pegawai atau guru diberikan promosi atau kenaikan pangkat atau jabatan. Kenaikan pangkat reguler diberikan kpd PNS yg: tdk menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu, melaksanakan tugas belajar belajar dan sebelumnya tdk menduduki jabatan  struktural dan fungsional tertentu, dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh di luar instansi induk dan tidak menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu.

Kenaikan pangkat ini diberikan kpd pegawai yg mempunyai masa kerja minimal 4 tahun. Guru sbg tenaga profesional dlm memberikan penghargaan atas pengabdian dan prestasinya Pemerintah mengatur dg SK Menpan No.26 Tahun 1989.

Kenaikan jabatan guru bukan bedasarkan masa kerja tp berdasar angka kredit yg diperoleh guru,jd tdk harus menunggu 4 thn seperti pegawai biasa.

Unsur-unsur yg dinilai dlm memberikan angka kredit : Unsur utama (pendidikan, proses belajar mengajar, pengembangan profesi), unsur penunjang (pengabdian kpd masyarakat, pendukung pendidikan).

Setiap guru naik jabatannya akan diikuti oleh kenaikan pangkat dan golongan.

Tingkat jabatan guru

  1. Guru Pratama                : golongan II A
  2. Guru Pratama Tk I         : golongan II B
  3. Guru Muda                     : golongan II C
  4. Guru Muda Tk I              : golongan  II D
  5. Guru Madya                   : golongan III A
  6. Guru Madya Tk I            : golongan III B
  7. Guru Dewasa                : golongan III C
  8. Guru Dewasa Tk I         : golongan III D
  9. Guru Pembina               : golongan IV A
  10. Guru Pembina Tk I        : golongan IV B
  11. Guru Utama Muda         : golongan IV C
  12. Guru Utama Madya       : golongan IV D
  13. Guru Utama                  : golongan IV E

Di samping promosi pegawai atau guru dpt dikenakan demosi. Demosi diberikan kpd pegawai yg tdk menunjukkan prestasi kerja seperti yg diharapkan atau melakukan pelanggaran thdp aturan disiplin pegawai negeri dgn hukuman minimal sedang sampai hukuman berat.

Pemberian hukuman demosi ini diberikan setelah terlebih dahulu diberikan hukuman ringan secara bertahap dan tidak menunjukkan perubahan.

5.      PENILAIAN DAN EVALUASI

Tujuan Penilaian

•          Memperoleh bahan-bahan pertimbangan yang obyektif dalam pembinaan pegawai negeri sipil (pasal 2 PP No. 10 Tahun 1979)

•         Sebagai pertimbangan dalam memberikan kenaikan jabatan atau pangkat pegawai.

Unsur-unsur yang Dinilai

– Kesetiaan

– Prestasi kerja

– Tanggung jawab

– Ketaatan

– Kejujuran

– Kerja sama

– Prakarsa

– Kepemimpinan (minimal pegawai yang memiliki pangkat atau golongan II A dan memangku jabatan struktural)

Nilai Pelaksanaan Pekerjaan

* Amat Baik               : 91-100

* Baik                        : 76-90

* Cukup                     : 61-75

* Sedang                    : 51-74

* Kurang                    : kurang dari 50

Evaluasi prestasi guru dapat dilaksanakan baik secara formal maupun informal.

Evaluasi terhadap guru juga dapat dilakukan oleh siswa meskipun tidak mempengaruhi prestasi guru.

Evaluasi harus dilakukan secara adil untuk meningkatkan prestasi dan profesionalisme guru.

6.      KESEJAHTERAAN

Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh pekerja sebagai balas jasa atas kerja mereka (T. Hani Handoko, 1994).

Di dalam UU No.8 Tahun 1974 dan UU No.43 tahun 1999 yang berkaitan dengan kompensasi adalah sebagai berikut:

  1. setiap pegawai negeri berhak memperoleh gaji yang adil dan layak sesuai dengan     beban pekerjaan dan tanggung jawabnya.
  2. Gaji yang diterima oleh pegawai negeri harus mampu memacu produktifitas dan menjamin kesejahteraannya.
  3. Berhak atas cuti
  4. Berhak memperoleh perawatan apabila ditimpa suatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugasnya.
  5. Berhak memperoleh tunjangan cacat jasmani maupun rohani
  6. Pegawai negeri yang tewas, keluarganya berhak memperoleh uang duka.
  7. Berhak atas uang pensiun

Aspek yang perlu diperhatikan dalam mengukur kesejahteraan guru adalah jumlah gaji yang diterima, kelancaran dalam kenaikan jabatan, rasa aman dalam menjalankan tugas,kondisi kerja, kepastian karir sebagai guru dan hubungan antar pribadi.

Namun ternyata gaji yang diperoleh guru masih minim dibandingkan dengan pekerjaan lain yang tidak membutuhkan pengabdian seperti guru. Disamping gaji, ada permasalahan yang membedakan guru dengan pekerjaan lainnya yaitu cuti dan pensiun. Khusus guru tidak boleh mengambil cuti tahunan yang jumlahnya 12 hari setiap tahun. Guru akan pensiun pada usia 60 tahun, sedangkan pegawai akan pensiun pada usia 56 tahun.

7.      PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

Tujuan Pelatihan untuk menjaga dan meningkatkan prestasi kerja saat ini. Sedangkan tujuan  pengembangan untuk meningkatkan saat ini dan masa datang.(Mafduh, M.H. 1997)

Langkah-langkah Menyelenggarakan Pelatihan dan Pengembangan

1. Analisis Kebutuhan Pelatihan

– Evaluasi kerja tiap pegawai

– Analisis persyaratan kerja

– Analisis efektifitas organisasi

– Survey sumber daya manusia

2. Menetapkan tujuan pelatihan dan pengembangan

Tujuan pelatihan dan pengembangan adalah dasar tahap selanjutnya yaitu merencanakan dan mengembangkan program pelatihan, menjalankan pelatihan, evaluasi pelatihan dan modifikasi pelatihan.

8.      PEMBERHENTIAN DAN PENSIUN

Pemberhentian guru dapat saja terjadi karena pengangkatan guru swasta sering tanpa perjanjian tertulis yang memadai dan status guru yang tidak disamakan dengan pegawai atau buruh lainnya.

Menurut PP No.32 Tahun 1979, Seorang Diberhentikan Sebagai PNS

a.  Atas permintaan sendiri

b.  Mencapai batas usia pensiun (guru 60 Th)

c.  Adanya penyederhanaan organisasi

d. Melakukan pelanggaran tindak pidana/penyelewengan

e. Tidak cakap jasmani dan rohani

f.  Meninggalkan tugasnya

g. Meninggal dunia atau hilang dan karena hal lain.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 8, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: