RSS

Prinsip – prinsip Islam tentang Kedokteran

08 Jan

 A.     Sejarah Perkembangan Kedokteran Islam

    Menurut Ezzat Abouleish, perkembangan kedokteran Islam melalui tiga periode pasang surut, yaitu:

  •  Periode pertama

         Periode ini dimulai dengan gerakan penerjemahan literatur kedokteran dari Yunani dan bahasa lainnya ke dalam ke dalam bahasa Arab(7 – 8M). Tokoh-tokohnya adalah Jurjis Ibn-Bakhtishliu, Yuhanna Ibn Masawaya, serta Hunain Ibn-Ishak

  • Periode kedua

           Pada periode ini (9 – 13M), dunia kedokteran Islam berkembang pesat diantaranya ditandai dengan didirikannya sejumlah RS Islam dan sekolah kedokteran Islam serta lahinya sejumlah tokoh kedokteran Islam terkemuka , diantaranya Al-Razi, Al-Zahrawi, Ibnu Sina, Ibnu-Rushd, Ibn Al-Nafis, dan Ibn Maimon.

  • Periode ketiga

            Ilmu kedokteran yang dikembangkan sarjana-sarjana Islam mengalami masa stagnansi(perlahan surut dan mengalami kemunduran) seiring runtuhnya era kejayaan Islam di abad pertengahan (setelah 13M).

B.     Rumah Sakit Islam

Rumah sakit terkemuka petama yang dibangun umat Islam diantaranya:

    1. RS Al-Nuri (1156M) di Damaskus
    2. RS Al-Adudi (981M) di Baghdad
    3. RS Al-Mansuri (1284M)
    4. RS Al-Qayrawan (830M) di Tunisia
    5. RS Marakesh (1190M) di Maroko

Karakteristik RSI di Arab pada era keemasan adalah sebagai berikut:

  • RS Islam melayani semua orang tanpa membeda- bedakan
  • Sudah menerapkan pemisahan bangsal
  • Memperhatikan kamar mandi dan pasokan air
  • Tidak sembarang dokter bisa berpraktik di RS Islam
  • RS Islam menjadi tempat multifungsi
  • RS Islam menyimpan data pasien dan rekan medisnya

Semua pelayanan di RS Islam dilakukan dengan hanya mengharap ridho Alloh. Persoalannya, adakah RS Islam di Indonesia yang meniru konsep tersebut sekarang ini?

C.     Kontribusi Dokter Muslim

Dokter memiliki kontribusi yang cukup memadai dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang:

  • Bakteriologi (Ilmu yang mempelajari kehidupan dan klasifikasi bakteri oleh Al-Razi dan ibnu sina),
  • Anesteshia (ilmu yang mempelajari tindakan untuk menghilangkan rasa sakit ketika pembedaha/ pembiusan,  tokohnya adalah Ibnu Sina),
  • Surgery (Ilmu pembedahan, tokohnya adalahAl-Razi dan Abu al-Qasim),
  • Opthamology (Cabang kedokteran yang berhubungan dengan penyakit dan bedah syaraf mata, otak serta pendengaran, tokohnya adalah Ibnu Al-haytham dan juga Ammar bin Ali),
  • Psikoterapi (serangkaian metode dari ilmu psikologi untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang, tokohnya yaitu Al-Razi dan Ibnu sina).

D.    Tantangan Profesi Dokter

1.      Sumber Matapencaharian

2.      Tantangan Orientasi Keilmuan Dokter

E.     Etika Kedokteran

Menurut Prof. Dr. Omar Hasan Kasule, seorang dokter muslim harus memiliki empat karakter utama, yakni iman, taqwa, bersifat amanah, dan berakhlaq mulia. Dan  juga harus mengikuti hal-hal yang bersifat sunnah, seperti menghindari hal yang meragukan aau tidak dipahami, respek terhadap kehidupan, menjaga lidah, bertindak benar, dan lain sebagainya.

Selain itu, juga harus berpegang teguh pada kaidah- kaidah, seperti:

1.      Kaidah Niatan

2.      Kaidah Kepastian (Qoidah al yaqin)

3.      Kaidah Kerugian (Qoidah al dharar)

4.      Kaidah Kesulitan / Kesukaran (Qoidah al Masyaqqat)

5.      Kaidah Kebiasaan (Qoidah al urf)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 8, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: