RSS

REVIEW BUKU METODE PENELITIAN PENDIDIKAN BAB VI : PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

08 Jan

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.     Latar Belakang

Pada awalnya, metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) mulai diterapkan pada dunia industri dan merupakan ujung tombak dari suatu industri dalam menghasilkan produk-poduk baru yang dibutuhkan oleh pasar. Hampir 4% biaya digunakan untuk penelitian dan pengembangan dalam bidang industri, bahkan untuk bidang-bidang tertentu (komputer, farmasi) hampir melebihi 4% (Borg and Gall:1989). Dalam bidang sosial dan pendidikan, peranan Research and Development masih sangat kecil dan kurang dari 1% dari biaya pendidikan secara keseluruhan. Unfortunately, R & D still plays a minor role in education. Less than one percent of education expenditures are for this purpose. This is probably one of the main reason why progress in education has logged for behind progress in other field. ( Borg and Gall, 1989:773)

Pada masa lalu, penelitian dalam bidang pendidikan tidak diarahkan pada pengembangan suatu produk, tetapi ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru berkenaan dengan fenomena-fenomena yang bersifat fundamental, serta praktik-praktik pendidikan. Penelitian tentang fenomena-fenomena fundamental pendidikan tersebut dilakukan melalui penelitian dasar (basic research), sedang penelitian tentang praktik pendidikan dilakukan melalui penelitian terapan (applied research). Beberapa penelitian terapan secara sengaja diarahkan pada pengembangan produk, beberapa penelitian lain mengembangkan suatu produk secara tidak sengaja, karena dalam penelitiannya mengandung atau menuntut pengembangan produk.

Penelitian dan pengembangan merupakan metode penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan. Sering dihadapi adanya kesenjangan antara hasil-hasil penelitian dasar yang bersifat teoritis dengan penelitian terapan yang bersifat praktis. Kesenjangan ini dapat dihilangkan atau disambungkan dengan penelitian dan pengembangan. Sesuatu produk yang dihasilkan tentu saja memiliki karakteristik-karakteristik tertentu. Karakteristik tersebut merupakan perpaduan dari sejumlah konsep, prinsip, asumsi, hipotesis, prosedur berkenaan dengan sesuatu hal yang telah ditemukan atau dihasilkan dari penelitian dasar.

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana  peranan penelitian dan pengembangan?

2.      Apa  saja langkah- langkah yang digunakan  dalam penelitian dan pengembangan?

3.      Bagaimanakah tahap-tahap penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi?

 C.     Tujuan

1.      Tujuan umum

Review ini bertujuan untuk memaparkan penelitian dan pengembangan.

2.      Tujuan khusus

a.       Untuk mengetahui peranan penelitian dan pengembangan.

b.      Untuk mengetahui langkah- langkah yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan

c.       Untuk mengetahui tahap-tahap penelitian dan pengembangan yang telah dimodifikasi

 D.    Manfaat

1.      Manfaat teoritis

Secara umum review ini memberikan sumbangan keilmuan  tentang  penelitian dan pengembangan. Secara khusus, review ini mmeberi urunan teori tentang penelitian dan pengembangan.

2.      Manfaat praktis

Pada tingkatan praktis review ini memberikan sumbangan kepada para peneliti dalam melakukan penelitian

 

BAB II

KAJIAN TEORI

 

A.     Pengertian Penelitian dan Pengembangan

Penelitian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan obyektif untuk memecahkan suatu persoalan atau ingin menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prisip umum. Sedangkan pengembangan merupakan proses atau cara yang dilakukan untuk mengembangkan sesuatu menjadi baik atau sempurna.

Sujadi (2003:164) mengemukakan penelitian dan pengembangan atau Research and development adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru, atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan Borg dan Gall (1983) memberikan batasan tentang penelitian dan pengembangan sebagai ”a process used develop and validate educational product” yaitu usaha untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan. Pengertian yang hampir sama jugs dikemukakan oleh Asim(2001:1).

Begitu pula dengan Suhadi Ibnu (2001:5) yang memberikan pengertian tentang penelitian dan pengembangan sebagai jenis penelitian yang ditujukan untuk menghasilkan suatu produk hardware atau software melalui prosedur yang khas yang biasanya diawali dengan need assessment atau analisis kebutuhan, dilanjutkan dengan proses pengembangan dan diakhiri dengan evaluasi.

 

B.     Metode Penelitian dan Pengembangan

Ada tiga macam metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan, yaitu:

1.      Metode penelitian deskriptif

Metode ini digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun data tentang kondisi yang ada, meliputi a) kondisi produk-produk yang sudah ada sebagai bahan perbandingan atau bahan dasar untuk produk yang akan dikembangkan, b) kondisi pihak pengguna, seperti sekolah, guru, kepala sekolah, siswa, serta pengguna lainnya, c) kondisi faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan dan penggunaan produk yang akan dihasilkan, mencakup unsure manusia, sarana prasarana, biaya, pengelolaan dan lingkungan.

2.      Metode evaluatif

Metode ini digunakan untuk mengevaluasi proses uji coba pengembangan suatu produk. Produk dikembangkan melalui serangkaian uji coba dan setiap uji coba diadakan evaluasi baik evaluasi hasil maupun evaluasi proses. Berdasarkan temuan-temuan hasil uji coba diadakan penyempurnaan.

3.      Metode eksperimen

Metode ini digunakan untuk menguji keampuhan dari produk yang dihasilkan. Walaupun dalam tahap uji coba telah ada evaluasi, tetapi pengukuran tersebut masih dalam rangka pengembangan produk dan belum ada kelompok pembanding. Dalam eksperimen telah diadakan pengukuran pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dipilih secara acak.

 

BAB III

ISI

 

A.     Konsep dan Pentingnya Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) adalah sebuah strategi penelitian yang cukup ampuh untuk memperbaiki praktik. Penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penelitian dan pengembangan merupakan metode penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dan penelitian terapan. Sehingga ketiga penelitian tersebut saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Jika penelitian dasar menghasilkan konsep-konsep, prisip-prinsip, teori-teori, maka penelitian dan pengembangan mengembangkan model-model proses, bahan, sarana-fasilitas, sedangkan penelitian terapan menerapkan praktik pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran.

Beberapa metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan yaitu metode deskriptif, evaluatif, dan eksperimental. Metode penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun data tentang kondisi yang ada. Metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi proses uji coba pengembangan suatu produk. Sedangkan metode eksperimen digunakan untuk menguji keampuhan dari produk yang dihasilkan.

 B.     Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan

Menurut Borg dan Gall (1989) ada sepuluh langkah pelaksanaan penelitian dan pengembangan, yaitu:

1.      Penelitian dan pengumpulan data(research and information collecting), meliputi:

a.       Pengukuran kebutuhan

Kriteria yang dipertimbangkan dalam memilih produk yang akan dikembangkan, adalah:

1)      Apakah produk yang akan dibuat penting untuk bidang pendidikan?

2)      Apakah produk yang akan dikembangkan memiliki nilai ilmu , keindahan dan kepraktisan?

3)      Apakah para pengembang memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman dalam mengembangkan produk ini?

4)      Dapatkah produk tersebut dikembangkan dalam jangka waktu yang tersedia?

b.      Studi literatur

Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-konsep atau landasan-landasan teoritis yang memperkuat suatu produk, ruang lingkup suatu produk, keluasaan penggunaan, kondisi-kondisi pendukung agar produk dapat digunakan secara optimal, keunggulan dan kelemahan, serta langkah-langkah yang paling tepat dalam penggunaan produk tersebut.

c.       Penelitian dalam skala kecil

Kedua hasil studi diatas masih perlu dilengkapi dengan penelitian langsung ke lapangan tentang bagaimana hal yang akan diproduksi itu dilaksanakan.

d.      Pertimbangan-pertimbangan dari segi nilai.

2.      Perencanaan (planning)

Perencanaan meliputi rancangan produk yang akan dihasilkan (minimal mencakup tujuan penggunaan produk, siapa penggunanya, deskripsi dari komponen-komponen produk dan penggunannya) serta proses pengembangan.

3.      Pengembangan draf produk (develop preliminary form of product)

Pengembangan draf produk ini meliputi pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran, dan instrument evaluasi.

4.      Uji coba awal (preliminary field testing)

Uji coba di sekolah lebih baik karena berpraktik dalam situasi yang sesungguhnya. Uji coba di lapangan ada 1 sampai 3 sekolah dengan 6 sampai 12 subjek uji coba (guru). Selama uji coba diadakan pengamatan, wawancara dan pengedaran angket.

5.      Revisi hasil uji coba (main product revision)

Memperbaiki hasil uji coba.

6.      Uji coba lapangan (main field testing)

Pada tahap ini, masih difokuskan pada pengembangan dan penyempurnaa materi produk, belum memperhatikan kelayakan dalam konteks populasi. Uji coba dilakukan lebih luas yaitu pada 5 sampai 15 sekolah dengan 30 sampai 100 orang subjek uji coba. Data kuantitatif penampilan guru sebelum dan sesudah menggunakan model dikumpulkan. Hasil-hasil pengumpulan data dievaluasi dan kalau mungkin dibandingkan dengan kelompok pembanding.

7.      Penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan (operational product revision)

Dalam penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan kelayakan produk dalam konteks populasi mulai diperhatikan.

8.      Uji coba pelaksanaan lapangan (operational field testing)

Dilaksanakan pada 10 sampai 30 sekolah melibatkan 40 sampai dengan 200 subjek. Pengujian dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi kemudian analisis hasilnya.

9.      Penyempurnaan produk akhir (final product revision)

Penyempurnaan dalam tahap akhir ini didasarkan pada masukan uji pelaksanaan lapangan.

10.  Desiminasi dan implementasi (dissemination and implementation)

Diseminasi merupakan langkah untuk mensosialisasikan hasil. Sehingga diseminasi dari produk-produk yang dikembangkan oleh lembaga-lembaga di bawah Depdiknas sangat mudah. Berbeda dengan produk-produk yang dikembangkan oleh lembaga swasta/ perorangan yang membutuhkan sosialisasi yang cukup panjang dan lama.

Jika kesepuluh langkah penelitian dan pengembangan tersebut diikuti dengan benar, dapat menghasilkan sebuah produk pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan yang siap dioperasikan atau digunakan di sekolah-sekolah.

 C.      Modifikasi Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan

Menurut Sukmadinata (2005) secara garis besar langkah penelitian dan pengembangan yang telah dikembangkan olehnya terdiri atas tiga tahap, yaitu:

1.      Studi Pendahuluan

Studi ini merupakan tahap awal untuk pengembangan yang terdiri atas:

a.       Studi kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan kajian untuk mempelajari konsep-konsep atau teori-teori yang berkenaan dengan model yang akan dikembangkan.

 b.      Survei lapangan

Survei lapangan dilaksanakan untuk mengumpulkan data berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika di sekolah dasar terutama yang berkenaan dengan pengembangan kemampuan koneksi matematika. Data yang dikumpulkan meliputipersepsi, motivasi dan keterampilan guru mengembangkan kemampuan koneksi matematika, pelaksanaan pembelajaran, factor-faktor pendukung pembelajaran, aspek siswa yang meliputi kemampuan, sikap, motivasi dan minat belajar matematika. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi documenter, dan pengamatan pada waktu guru mengajar.

c.       Penyusunan draf produk

Draf produk disusun berdasarkan data yang telah diperoleh dari survey lapangan dan mengacu pada dasar-dasar teori atau konsep yang disimpulkan dari hasil studi kepustakaan. Draf tersebut selanjutnya direview dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh para ahli dalam bidang kurikulum dan pembelajaran, pendidikan matematika, dan beberapa guru senior yang punya pengalaman dalam pembelajaran dan pelatihan matematika. Selanjutnya, draf disempurnakan berdasarkan masukan-masukan dari pertemuan review kemudian draf digandakan sesuai kebutuhan.

2.      Studi Pengembangan

Studi pengembangan yang merupakan kelanjutan studi pendahuluan memiliki dua langkah:

a.       Uji coba terbatas

Dalam pelaksanaan uji coba terbatas, guru-guru pelaksana uji coba melaksanakan pembelajaranberdasarkan RPP yang telah mereka susun. Tugas peneliti adalah mengamati , mencatat hal-hal penting yang dilakukan guru dan siswa meliputi kelebihan dan kelemahan guru serta perkembangan siswa.

Peneliti memberikan catatan penyempurnaan terhadap draf model pembelajaran yang digunakan. Pada akhir pembelajaran satu RPP para peneliti mengadakan pertemuan membicarakan temuan-temuan dari uji coba  kemudian menyempurnakan model pembelajaran yang dikembangkan.

 b.      Uji coba lebih luas

Uji coba lebih luas dilakukan dengan sampel sekolah dan guru yang lebih sekolah yang diambil berbeda dengan uji coba terbatas. Penentuan sampel dilakukan berdasarkan stratified cluster random. Untuk langkah-langkah kegiatan selanjutnya sama dengan uji coba terbatas.

3.      Uji produk dan sosialisasi hasil

Uji produk merupakan tahap pengujian keampuhan dari produk yang dihasilkan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dimana terdapat dua kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Pelaksanaan pengujian ada dua tahap, yaitu:

a.       Pre tes (dilakukan sebelum dimulai pembelajaran)

b.      Pos tes (dilakukan setelah selesai pembelajaran)

Setelah selesai eksperimen dan pemberian post tes, diadakan analisis statistic uji perbedaan. Uji perbedaan yang dihitung adalah antara hasil pre tes dengan post tes pada kelompok eksperimen, pada kelompok kontrol, uji perbedaan pre tes antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, post tes antara kelompok kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dan antara perolehan kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Produk yang dihasilkan dihasilkan disosialisasikan ke sekolah-sekolah untuk diterapkan.

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

A.     Peranan Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggris disebut Research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Sedangkan di dunia pendidikan, penelitian dan pengembangan yang lebih dikenal dengan Educational Research and Development merupakan suatu proses dalam mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan yang dapat berupa materi ajar misalkan buku dan modul, media, instrument evaluasi, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, maupun bimbingan.

Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan. Sedangkan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). Sebagai contoh, Penelitian Hibah Bersaing adalah penelitian yang menghasilkan produk, sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development).

Penelitian dan pengembangan memiliki fungsi:

1.      Sebagai strategi memperbaiki praktik

2.      Sebagai proses untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat dipertanggungjawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras.seperti modul, alat bantu pembelajaran dikelas atau dilaboratorium tetapi bisa juga perangkat lunak seperti program komputer untuk pengolahan data, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran , pelatihan , bimbingan, evaluasi, manajemen.

3.      Sebagai  penghubung kesenjangan penelitian dasar dan penelitian terapan. Penelitian dan pengembangan merupakan metode penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan. Sering dihadapi adanya kesenjangan antara hasil-hasil penelitian yang bersifat teoristis dengan penelitian terapan yang bersifat praktis. Kesenjangan ini dapat diminimalkan dengan penelitian dan pengembangan. Suatu produk yang akan dihasilkan apakah itu perangkat keras atau perangkat lunak, memiliki karakteristik tertentu. Karakteristik tersebut merupakan perpaduan dari sejmulah konsep prinsip, asumsi , hipotesis, prosedur berkenaan dengan sesuatu hal yang telah ditemukan atau yang dihasilkan dari penelitian dasar.

B.     Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan

Menurut Borg dan Gall (1989) ada  langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan yang dilakukan untuk menghasilkan produk tertentu dan untuk menguji keefektifan produk yang dimaksud. Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan adalah :

1.      Potensi dan masalah

Penelitian ini dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki suatu nilai tambah pada produk yang diteliti. Pemberdayaan akan berakibat pada peningkatan mutu dan akan meningkatkan pendapatan atau keuntungan dari produk yang diteliti. Masalah juga bisa dijadikan sebagai potensi, apabila kita dapat mendayagunakannya. Sebagai contoh sampah dapat dijadikan potensi jika kita dapat merubahnya sebagai sesuatu yang lebih bermanfaat. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik.

Masalah akan terjadi jika terdapat penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Masalah ini dapat diatasi melalui R&D dengan cara meneliti sehingga dapat ditemukan suatu model, pola atau sistem penanganan terpadu yang efektif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.

2.      Mengumpulkan Informasi dan Studi Literatur

Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukan secara faktual, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi dan studi literatur yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.

Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-­konsep atau landasan-landasan teoretis yang memperkuat suatu, produk. Produk pendidikan, terutama produk yang berbentuk model, program, sistem, pendekatan, software dan sejenisnya memiliki dasar-dasar konsep atau teori tertentu. Untuk menggali konsep-konsep atau teori-teori yang mendukung suatu produk perlu dilakukan kajian literatur secara intensif. Melalui studi literatur juga dikaji ruang lingkup suatu produk, keluasan penggunaan, kondisi-kondisi pendukung agar produk dapat digunakan atau diimplementasikan secara optimal, serta keunggulan dan keter­batasannya. Studi literatur juga diperlukan untuk mengetahui langkah-langkah yang paling tepat dalam pengembangan produk tersebut.

Produk yang dikembangkan dalam pendidikan dapat berupa perangkat keras seperti alat bantu pembelajaran, buku, modul atau paket belajar, dll., atau perangkat lunak seperti program-program pendidikan dan pembelajaran, model-model pendidikan, kurikulum, implementasi, evaluasi, instrumen pengukuran, dll. Beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dalam memilih produk yang akan dikembangkan.

a.       Apakah produk yang akan dibuat penting untuk bidang pendidikan?

b.      Apakah produk yang akan dikembangkan memiliki nilai ilmu, keindahan dan kepraktisan?

c.       Apakah para pengembang memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam mengembangkan produk ini?

d.      Dapatkah produk tersebut dikembangkan dalam jangka waktu yang tersedia?

3.      Desain Produk

Produk yang dihasilkan dalam produk penelitian research and development bermacam-macam. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya serta memudahkan pihak lain untuk memulainya. Desain sistem ini masih bersifat hipotetik karena efektivitasya belum terbukti, dan akan dapat diketahui setelah melalui pengujian-pengujian.

Dalam hal ini, desain produk masih berupa perencanaan yang  meliputi rancangan produk yang akan dihasilkan (minimal mencakup tujuan penggunaan produk, siapa penggunanya, deskripsi dari komponen-komponen produk dan penggunannya) serta proses pengembangan.

4.      Validasi Desain

Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi disini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan.

Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli  yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut, berikut keunggulannya.

5.      Perbaikan Desain

Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya . maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut.

6.      Uji coba Produk

Desain produk yang telah dibuat tidak bisa langsung diuji coba dahulu. Tetapi harus dibuat terlebih dahulu, menghasilkan produk, dan produk tersebut yang diujicoba. Pengujian dapat dilakukan dengan ekperimen yaitu membandingkan efektivitas dan efesiensi sistem kerja lama dengan yang baru.

7.      Revisi Produk

Pengujian produk pada sampel yang terbatas tersebut menunjukkan bahwa kinerja sistem kerja baru ternyata yang lebih baik dari sistem lama. Perbedaan sangat signifikan, sehingga sistem kerja baru tersebut dapat diberlakukan.

8.      Ujicoba Pemakaian

Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa sistem kerja baru tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. Dalam operasinya sistem kerja baru tersebut, tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.

9.      Revisi Produk

Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam perbaikan kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelebihan. Dalam uji pemakaian, sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah sistem kerja.

  10.  Pembuatan Produk Masal

Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diujicoba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. Sebagai contoh pembuatan mesin untuk mengubah sampah menjadi bahan yang bermanfaat, akan diproduksi masal apabila berdasarkan studi kelayakan baik dari aspek teknologi, ekonomi dan ligkungan memenuhi. Jadi untuk memproduksi pengusaha dan peneliti harus bekerja sama.

C.     Tahap-tahap Penelitian dan Pengembangan yang Dimodifikasi

Penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari sepuluh langkah penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall. Secara garis besar dikembangkan oleh Sukmadinata dan kawan-kawan terdiri atas tiga tahap, yaitu:

1.            Studi Pendahuluan

Tahap pertama studi pendahuluan merupakan tahap awal atau persiapan untuk pengembangan. Tahap ini terdiri atas tiga langkah:

a.Studi kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan kajian untuk mempelajari konsep-konsep atau teori-teori yang berkenaan dengan produk atau model yang akan dikembangkan. Umpamanya untuk penyusunan model pembelajaran bagi pengem­bangan kemampuan berkomunikasi anak SD kelas tinggi. studi kepustakaan difokuskan mengkaji konsep dan teori-teori tentang model-model pembelajaran bahasa, khususnya dalam pengembang­an berkomunikasi. Studi kepustakaan juga mengkaji perkembang­an, karakteristik anak SD kelas tinggi (kelas 5 dan 6) khususnya dalam kemampuan berkomunikasi. Selain dari itu studi kepusta­kaan juga mengkaji hasil-hasil. penelitian terdahulu yang berkenaan dengan pembelajaran bahasa dan berkomunikasi.

b.Survei lapangan

Survei lapangan dilaksanakan untuk mengumpulkan data berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika di sekolah dasar terutama yang berkenaan dengan pengembangan kemampuan koneksi matematika. Data yang dikumpulkan meliputipersepsi, motivasi dan keterampilan guru mengembangkan kemampuan koneksi matematika, pelaksanaan pembelajaran, factor-faktor pendukung pembelajaran, aspek siswa yang meliputi kemampuan, sikap, motivasi dan minat belajar matematika. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi documenter, dan pengamatan pada waktu guru mengajar.

c. Penyusunan produk awal atau draf model (karena yang dikembang­kan umumnya berbentuk model)

Draf model tersebut selanjutnya direvisi dalam sebuah pertemu­an yang dihadiri oleh para ahli dalam bidang kurikulum dan pembelajaran, pendidikan bahasa Indonesia, dan beberapa guru SD senior yang punya pengalaman dalam pembelajaran dan pelatihan bahasa Indonesia. Berdasarkan masukan-masukan dari pertemuan review di atas, tim peneliti mengadakan penyempurnaan draf model tersebut. Draf yang  telah disempurnakan, digandakan sesuai dengan kebutuhan.

 

2. Uji Coba Terbatas dan Uji Coba Lebih Luas

Selesai kegiatan pada tahap pertama Studi Pendahuluan, kegiatan dilanjutkan dengan tahap kedua, Uji Coba Pengembangan Produk pendidikan (model pembelajaran komunikatif). Dalam tahap ini ada dua langkah, langkah pertama melakukan uji coba terbatas dan langkah kedua uji coba lebih lugas.

1.   Uji coba terbatas

Dalam pelaksanaan uji coba terbatas, guru-guru pelaksana uji coba melaksanakan pembelajaran berdasarkan satuan pelajaran yang mereka susun. Selama kegiatan pembelajaran, peneliti melakukan pengamatan, mencatat hal-hal penting yang dilakukan guru, baik hal-hal baik maupun kekurangan, kelemahan, kesalahan dan penyimpangan yang dilakukan guru. Selain kegiatan guru, pengamatan dan pencatatan juga dilakukan terhadap respon, aktivitas dan kemajuan-kemajuan yang dicapai siswa.

Selesai satu pertemuan, peneliti mengadakan diskusi dengan guru membicara­kan apa yang sudah berjalan, terutama kekurang/kelemahan dan kesalahan atau penyimpangan yang dilakukan. Berdasarkan masukan-masukan tersebut guru mengadakan perbaikan terhadap satpelnya atau mencatat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran. Peneliti mengadakan memberikan catatan penyempurnaan terhadap draf model pembelajaran yang digunakan.

Selesai pembelajaran satu satpel para peneliti mengadakan pertemuan membicarakan temuan­temuan dari uji coba. Berdasarkan temuan-temuan tersebut peneliti mengadakan penyempurnaan terhadap model pembelajaran yang dikembangkan. Kalau ada perubahan yang sangat berarti dalam draf model pembelajaran tsb., maka peneliti memberitahukan kepada guru pelaksana uji coba agar dalam penyusunan satuan pelajaran disesuaikan dengan perubahan tersebut.

Demikian dilakukan dengan satuan pelajaran atau pokok bahasan berikutnya. Setelah beberapa putaran dilakukan dan masukan-masukan perbaikan satpel dan draf model pembelajaran tidak ada lagi, maka kegiatan uji coba dihentikan. Selesai putaran uji coba terbatas para peneliti mengadakan pertemuan untuk membahas temuan-temuan dan melakukan penyempurnaan terakhir sebelum uji coba lebih luas.

2.      Uji coba lebih luas

Uji coba lebih luas dilakukan dengan sampel sekolah dan guru yang lebih banyak, yaitu 6 sekolah dan 12 orang guru. Sekolah yang diambil berbeda dengan uji coba terbatas. Penentuan sampel dilakukan berdasarkan stratified-cluster random, yaitu diambil satu sekolah baik di pusat kota dan satu di pinggiran kota, satu sekolah sedang di pusat dan satu di pinggiran dan satu sekolah kurang di kota dan satu di pinggiran kota. Pada masing-masing sekolah diambil dua orang guru sehingga jumlah guru pelaksana uji coba lebih luas ini berjumlah 12 orang.

Langkah kegiatan pada uji coba ini sama dengan uji coba terbatas, dimulai dengan penyusunan satuan pelajaran hingga pengamatan, diskusi dan penyempurna­an dilakukan terus sampai dinilai tidak ada lagi kekurangan atau kelemahan, sehingga uji coba dapat dihentikan. Para peneliti mengadakan pertemuan penyempurnaan draf terakhir, dan setelah kegiatan ini draf sudah dinilai final.

3. Uji Produk  dan Sosialisasi Hasil

Uji produk merupakan tahap pengujian keampuhan dari produk yang dihasilkan. Dalam pelaksanaan pengujian digunakan dua kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jumlah kelompok eksperimen sebanyak kelompok uji coba lebih luas, dalam penelitian kami berjumlah 12 guru atau 12 kelas dari 6 sekolah masing-masing satu sekolah dari kategori baik di pusat kota, pinggiran kota, sekolah sedang di pusat dan sekolah pinggiran kota dan sekolah kurang dari pusat kota dan pinggiran kota. Kelompok kontrol jumlah dan kategorinya sama dengan kelompok eksperimen. Di samping pertimbangan kategori dan lokasi pemilihan kelompok kontrol juga didasarkan atas kesamaan statusnya sebagai SD inti atau imbas, latar belakang dan pengalaman guru, sarana dan fasilitas pembelajaran yang dimiliki. Dengan dasar-dasar pertimbangan pemilihan tersebut masing­masing pasangan kelompok dinilai sama atau setara sehingga memenuhi syarat sebagai berpasangan atau matching.

Dengan gambaran kelompok eksperimen dan kelompok kontrol seperti di atas desain eksperimen yang digunakan termasuk “The Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design”.

Dalam pelaksanaan eksperimen guru pada kelas-kelas kelompok eksperimen dalam pembelajarannya menggunakan model pembe­lajaran komunikatif sedang pada kelompok kontrol menggunakan pembelajaran biasa. Pokok bahasan yang diajarkan, buku sumber dan alat bantu yang digunakan relatif sama. Sebelum dirnulai pembelajaran diberikan pretest yang sama dan setelah selesai seluruh pembelajaran pokok bahasan juga diberi post test yang sama. Dalam kegiatan eksperimen tidak ada perbaikan model pembelajaran maupun satuan pelajaran, keduanya menggunakan model yang telah dikembangkan pada uji coba lebih luas.

Setelah selesai eksperimen dan pemberian post tes, diadakan analisis statistik uji perbedaan. Uji perbedaan yang dihitung adalah antara hasil pretest dengan posttest pada kelompok eksperimen, dan pada kelompok kontrol, uji perbedaan pretest antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, post test antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, dan antara perolehan (gain) kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Produk yang dihasilkan disosialisasikan ke sekolah-sekolah untuk diterapkan.

 

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

A.     Simpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, maka simpulan yang dapat diambil adalah:

a.       Penelitian dan pengembangan merupakan strategi  memperbaiki praktik,

       proses untuk mengembangkan produk baru/ produk yang sudah ada, dan    penghubung kesenjangan penelitian dasar dan penelitian terapan

b.      Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan yaitu metode deskriptif,evaluatif, dan eksperimen

c.       Langkah-langkah penelitian dan pengembangan yaitu studi pengembangan, pengembangan, dan pengujian

B.     Implikasi

Implikasi simpulan butir satu yaitu jika penelitian dan pengembangan dilakukan dengan baik maka praktik yang dilaksanakan juga akan baik dan dapat mengembangkan produk yang sudah ada serta dapat meminimalisir kesenjangan dalam penelitian.

Implikasi simpulan butir dua yakni jika metode dilakukan dengan baik maka hasil penelitian lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Implikasi butir tika adalah jika langkah-langkah dilakukan dengan runtut maka akan menghindari adanya kesalahan dalam penelitian.

C.                    Saran

Berdasarkan  hasil review buku ini dapat diajukan beberapa saran. Saran tersebut ditujukan kepada mahasiswa dan peneliti berikutnya.

a.       Bagi Mahasiswa

      Agar setiap mahasiswa dapat berperan aktif dalam melakukan suatu penelitian dan pengembangan serta menjadikan review buku ini sebagai referensi untuk menentukan sumber pengetahuan dan pendekatan ilmiah yang akan digunakan.

 

b.      Bagi Peneliti Berikutnya

Review buku ini masih jauh dari kesempurnaan, maka sebaiknya dilakukan review lebih lanjut sehingga dapat melengkapi kekurangan yang terdapat dalam review buku ini.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Sugiyono.2010.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sutama.2010. Metode Penelitian Pendidikan. Surakarta: Fairus Media

http://oryza-sativa135rsh.blogspot.com/2011/01/metode-penelitian-research-and.html

https://izaskia.wordpress.com/tag/penelitian-research-and-development/

http://jujunwahyudin.blogspot.com/2011/03/penelitian-r.html

http://www.masbied.com/2010/03/20/penelitian-dan-pengembangan/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 8, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: